Penilaian dan Perlakuan Penguatan Pabrik Kimia Pasca Ledakan

Proyek ini telah beroperasi selama 6 tahun sejak selesainya perkuatan, dan selama 6 tahun tersebut, kondisinya selalu baik. Kinerja anti-epidemi kolom rangka lengkung setelah pelat baja yang membungkus anakan telah ditingkatkan. Efek anti-tabrakan dan anti-korosi kaki kolom ideal, retakan pada penopang stabil, tidak ada tanda-tanda perkembangan, dan tidak ada deformasi yang terlihat. Balok derek digunakan secara normal.

1 Situasi dasar tanaman

Gudang sulfur milik sebuah perusahaan kimia merupakan gudang berstruktur rangka lengkung satu lantai dengan dua bentang (bentang 24 m). Gudang ini memiliki panjang total 162 m dan lebar 48 m. Gudang ini menggunakan kolom beton bertulang (jarak antar kolom 6 m). Sistem atapnya menggunakan rangka atap prategang dan pelat atap besar, rangka atap baja, pelat atap baja berwarna, dan pelat atap baja berwarna lengkung. Kain datar ditunjukkan pada Gambar 1.

1.png

Pada tahun 2008, terjadi kecelakaan deflagrasi debu belerang secara tiba-tiba di gudang belerang, dan ledakannya jauh lebih dahsyat. Pabrik mengalami kerusakan parah. Mengingat gudang belerang sangat penting dalam proses produksi seluruh pabrik, jika dihentikan, pasti akan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Oleh karena itu, diperlukan penilaian keamanan struktur pascaledakan sambil menjamin kelancaran produksi, dan rencana penanganan perkuatan bangunan harus segera dibuat.


2 Inspeksi di tempat

(1) Setelah investigasi awal lokasi, area inti ledakan berada di dekat sumbu 8-12/A. Kondisi dasar lokasi setelah ledakan adalah: ledakan debu gudang belerang merusak panel atap baja berwarna melengkung di antara poros I-32/AB, dan panel atap baja berwarna di antara poros I-10/B-C dan poros 27-32/BC. (Rangka atap baja tidak rusak)

2.png


(2) Kerusakan di dekat area inti ledakan (sumbu 8-12/A) merupakan yang paling serius. Kolom beton di bagian atas penopang 21/B, 20/B, dan 19/B telah rusak. Empat kolom beton tersebut memiliki 1-2 retakan miring dengan ukuran berbeda.


(3) Intensitas perkuatan seismik di area ini adalah 8 derajat, dan kategori perkuatan seismiknya termasuk dalam kategori perkuatan kunci (kategori B), yang akan dinilai berdasarkan metode penilaian seismik bangunan kategori A. Setelah pengujian, diameter tulangan kotak pada korbel kolom lengkung antara sumbu B-C/9-28 adalah </)8, dan jarak antar tulangan adalah 300 mm. Tidak memenuhi persyaratan dalam "Standar Penilaian Seismik Bangunan" (I) (GB 50023 2009)


(4) Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada kelainan pada pondasi bangunan pabrik, kemiringan kolom yang bengkok, dan lendutan rangka atap tidak ada kelainan.


3Analisis dan rencana perawatan

(1) Ledakan tersebut menyebabkan retakan pada kolom 21/B, 20/B, dan 19/B, meskipun keempat sudut kolom tersebut telah diperkuat dengan metode selubung baja siku. Namun, retakan akibat ledakan tersebut memiliki lebar yang besar, sehingga memengaruhi daya dukung dan keamanan. Retakan tersebut harus ditangani dengan penuangan. Setelah penanganan, retakan harus diamati secara berkala untuk melihat apakah ada tanda-tanda peningkatan dan deformasi yang berkelanjutan.

kolom selubung baja


Agar lem perbaikan dapat mengisi rongga retakan secara menyeluruh, lubang lem harus disisihkan selama proses penuangan. Penuangan harus menggunakan metode tekanan dan kecepatan rendah, dimulai dari titik tuang terendah retakan dan dituang ke atas. Setelah lem perbaikan meresap ke titik pelepasan atas, lem dapat dipindahkan ke titik injeksi baru untuk diinfus.


(2) B-C/9-28 Jarak antar rusuk kolom lengkung antar sumbu adalah 300 mm, yang tidak memenuhi persyaratan "Standar Penilaian Seismik Bangunan" (GB 50023-2009). Jarak antar rusuk kolom rangka lengkung terlalu besar, sehingga menghasilkan daktilitas dan ketahanan yang kurang memadai, sehingga rasio tulangan volumenya dapat dipertimbangkan untuk ditingkatkan. Mengingat bahwa selama proses perawatan, bangunan pabrik tidak dapat menghentikan produksi, permukaan konstruksi tidak boleh terlalu besar, dan pekerjaan basah harus dihindari. Kali ini, metode selubung pelat baja digunakan untuk tulangan. Metode ini cepat dan berdampak kecil pada produksi. Dengan mempertimbangkan persyaratan ketahanan korosi, grouting berbasis semen digunakan sebagai perekat, yang memiliki karakteristik kekuatan tinggi, tidak menyusut, tidak menua, dan tahan suhu tinggi.


Selain itu, saat bongkar muat belerang, sering kali terdapat kendaraan pengangkut yang melintas, yang seringkali menyebabkan benturan pada kaki kolom rangka yang bengkok. Selama proses penguatan ini, baja siku anti-tabrakan dipasang di kaki kolom untuk melindunginya. Mortar semen setebal 30 mm juga ditambahkan pada rentang ini untuk memperkuat efek anti-korosi.


4 Kesimpulan

Proyek ini telah beroperasi selama 6 tahun sejak selesainya perkuatan, dan selama 6 tahun tersebut, kondisinya selalu baik. Kinerja anti-epidemi kolom rangka lengkung setelah pelat baja yang membungkus anakan telah ditingkatkan. Efek anti-tabrakan dan anti-korosi kaki kolom ideal, retakan pada penopang stabil, tidak ada tanda-tanda perkembangan, dan tidak ada deformasi yang terlihat. Balok derek digunakan secara normal.


Produk yang digunakan dalam proyek iniOrang - orang yang melihat proyek ini juga tertarik pada produk - produk ini:

Back
Top
Close